Kamis, 18 Februari 2010

Kekalahan Persib atas Persebaya

Asisten pelatih tim "Maung bandung" Yusuf Bahtiar mengatakan, kekalahan Persib atas Persebaya, Minggu (14/2), disebabkan oleh faktor lapangan.

Yusuf Bahtiar, di Bandung, Senin, mengatakan, hujan deras yang mengguyur Gelora 10 November selama pertandingan Persebaya vs Persib membuat lapangan menjadi tidak bersahabat sehingga mengganggu penampilan para pemain Persib.

"Banyak faktor yang menyebabkan Persib kalah kemarin. Namun, saya rasa faktor lapangan yang becek menjadi kendala utama," kata Yusuf.

Dia mengatakan, para pemain Persib dengan kapasitasnya masing-masing akan terbebani dengan kondisi lapangan yang tidak bersahabat tersebut.

"Para pemain seperti Nova, Eka, Maman rasanya kurang baik jika bermain dengan kondisi lapangan seperti itu. Licinnya bola dan lapangan membuat mereka bermain kurang baik di pertandingan kemarin," kata Yusuf.

Strategi yang sebelumnya diungkapkan pelatih Jaya Hartono, yakni menekan terlebih dahulu pemain Persebaya ternyata tidak berhasil. Justru kebalikannya, Persib ditekan terus-menerus sepanjang pertandingan.

Menurut Yusuf, strategi pelatih tersebut kurang didukung dengan situasi lapangan yang kurang baik.

Yusuf juga mengatakan, secara moril, dendam Persebaya yang kalah di pertandingan sebelumnya 4-2 telah terbalaskan.

"Secara moril, kemenangan Persib atas Persebaya di laga sebelumnya telah terbalaskan dengan kekalahan Persib kali ini," kata dia.

Menurut dia, target pimpinan klasemen Liga super Indonesia menjadi lebih berat dengan kekalahan atas Persebaya kemarin.

"Sayang sekali kita harus kalah kemarin. Tiga poin gagal kita dapatkan. Tapi, untungnya dua laga tandang sebelumnya, kita bisa mencuri enam angka," tambah Yusuf.

Awal mula persahabatan Viking dan Bonek

Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalah pendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari sejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamata awam, tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya bisa bersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani mati demi mendukung tim musuh bebuyutan. Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikan bahwa mereka bisa. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana mereka selalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbola nasional. Bahkan pers nasional pun paling senang apabila ada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisa dijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.

Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengan kerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atau BONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkan itulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidak semua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dan tidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka. Mereka hanyalah kaum tertindas yang selalu dipersalahkan karena dosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) media massa nasional memberitakan kegiatan positif yang VIKING atau BONEK lakukan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan media massa nasional tentang pendukung tim lain. Ketika terjadi kerusuhan yang melibatkan mereka hanya ditulis sedikit (atau bahkan tidak ditulis sama sekali?) dan ditutupi dengan kata-kata “oknum yang mengatasnamakan pendukung…”. What a bullshit! Sedangkan ketika melakukan kegiatan positif, media massa nasional langsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yang melibatkan VIKING atau BONEK. Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaan yang memojokkan VIKING sebagai bobotoh PERSIB, bobotoh lain yang bukan anggota VIKINGpun menjadi antipati terhadap media massa nasional. Sampai ada jargon di kalangan bobotoh bahwa “PERSIB besar bukan karena pemberitaan media massa nasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi. PERSIB dan bobotoh tidak membutuhkan media massa nasional untuk menjadi besar. Media massa nasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal”.

Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan senasib dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan, selain tentunya kerusuhan di Jakarta dimana BONEK yang hendak mendukung PERSEBAYA di Senayan diserang oleh sepasukan organisasi masyarakat (?), yang tidak usah saya sebutkan disini karena semua juga sudah tau, dan kemudian diselamatkan oleh beberapa bobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketika PERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sana dijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertanding di Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING.
Indahnya persaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saat ini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOH NEKAD.
Karena VIKING atau BONEK sama saja!

Kedatangan Pemain baru di Persib Bandung, Satoshi Otomo


Tim "Pangeran Biru" kedatangan dua pemain asing pada latihan pertama pascakekalahan melawan Persisam Samarinda. Mereka adalah Satoshi Otomo dari Jepang dan Jeon Byung-euk dari Korea Selatan. Satu lagi adalah pemain yang datang dari Belanda, Irfan Bachdim. Namun, ia memiliki paspor ganda, yaitu Belanda dan Indonesia. Jadi, dikategorikan pemain lokal. Ketiga pemain baru itu berbaur dengan skuad Persib mengikuti sejumlah aktivitas pemanasan dan satu kali babak pertandingan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Satoshi Otomo, berasal dari klub sepak bola Gifu FC. Klub tersebut merupakan klub yang berada dalam jajaran divisi dua Liga Jepang di awal tahun 2007. Ketika memasuki musim liga 2008, klub dari pemain berusia 28 ini mampu masuk hingga ke putaran keempat. Sementara pada tahun 2009 hanya mampu melaju hingga babak perempat final. Laki-laki yang saat latihan kemarin mengenakan seragam bernomor punggung 11 mengatakan, dia dibawa seorang agen untuk mengisi kebutuhan Persib sebagai gelandang penyerang. Menurut rencana, pria yang memiliki tinggi 172 cm itu, akan meneruskan proses latihan bersama tim "Pangeran Biru" selama lima hari ke depan. Sementara itu, Jeon Byung-euk (25) merupakan pemain tengah dari Korean Super Red, klub sepak bola komunitas warga Korea Selatan di Singapura. Korean Super Red yang berganti nama menjadi Super FC pada Agustus 2007 berkompetisi di Liga Utama Singapura. Prestasi terakhir yang disabet klub sepak bola itu menduduki peringkat kelima pada kompetisi 2009. Sayangnya, pemain bernomor punggung 21 itu tidak banyak bicara karena kurang fasih berbahasa Inggris. Irfan Bachdim yang lebih dulu menginjakkan kaki di Stadion Persib dibandingkan kedua pemain asing itu, mengaku masih menunggu keputusan manajemen Persib tentang kontraknya. Mantan pemain FC Utrecht dan HFC Haarlem Belanda itu mengakui latihan yang dilakoni, untuk mempertujukan kemampuannya kepada pelatih. Kehadiran ketiga pemain itu, membuat latihan Persib tampak semarak. Tampak juga duo Thailand Kosin dan Suchao, yang dalam waktu segera akan meninggalkan Persib. Selain itu, pemain asing Persib lainnya, Cristian Gonzales, Hilton Moreira, dan Cristian Rene Martinez juga tampak dalam latihan kemarin. Menurut Pelatih Kepala Jaya Hartono, ketiga pemain asing tersebut masih dalam tahap pemantauan. Dia menilai secara teknis dan fisik mereka sudah bagus. "Nomor sebelas (Satoshi) oke, nomor 21 (Euk) juga bagus. Mereka untuk posisi gelandang bertahan. Sedangkan Irfan Bachdim, memiliki teknik memainkan bola yang sudah bagus. Ia tinggal beradaptasi dengan sepak bola Asia saja karena saya lihat dia masih menerapkan pola permainan sepak bola Eropa," kata Jaya. Jaya mengungkapkan, sepak bola Asia itu keras (strength). Apabila Irfan Bachdim siap untuk berubah, peluang untuk bergabung selalu ada. "Persib harus segera menemukan pengganti Suchao sebagai geladang bertahan," ujar Jaya, yang cukup terkesan dengan penampilan Satoshi ketika latihan. Nantikan pertandingan antara Persib vs Persebaya hari ini.

Perpisahan kiper Persib Bandung, Kosin


Perpisahan kiper kebanggaan Bobotoh Sinthaweechai 'Kosin' Hatthairatanakool berlangsung haru. Acara perpisahan digelar, Kamis (18/02/2010) di sebuah kafe di Jalan Lengkong, Kota Bandung.

Hadir dalam acara perpisahan hampir seluruh skuad Persib Bandung, jajaran manajemen, komisaris serta pelatih. Meski sudah dilangsungkan acara perpisahan, namun Kosin dipastikan tetap membela Persib pada laga terakhirnya kontra Persisam Samarinda, Sabtu (20/2/10) ini.
Manajer Persib Umuh Muhtar mengucap banyak terima kasih kepada kiper asal Thailand tersebut. Menurutnya, kiprah Kosin begitu luar biasa bagi Maung Bandung. "Kemarin kita kehilangan Suchao. Sekarang Kosin harus menyusul Suchao ke negaranya. Ini amat menyedihkan, tapi kita rela," ungkap Umuh. "Tapi, syaratnya asal musim depan Kosin kembali ke sini," imbuh Umuh. Kosin memang berstatus pinjaman dari klub asalnya Chonbury FC. Kiper berwajah ganteng ini akan membela timnya pada kick off Liga Super Thailand awal Maret nanti. Untungnya, Persib sudah memiliki penggantinya yakni kiper timnas Indonesia Markus Horison. "Kota Bandung sudah jadi rumah kedua buat saya. Saya berjanji akan kembali ke sini," ujar Kosin.

Kedatangan Markus Horison ke Persib Bandung


P enjaga gawang tim nasional, Markus Horison, menyatakan bergabung dengan klub sebesar Persib Bandung menjadi kebanggaan tersendiri baginya setelah terdepak dari Arema Indonesia. Ia pun menyatakan kesiapannya membela Persib dan dijadwalkan hari ini menandatangani kontrak dengan manajemen Maung Bandung.

"Saya sudah pasti bergabung dengan Persib. Ini merupakan tantangan baru sekaligus kebanggaan. Saya siap memberikan kemampuan terbaik kepada Persib," katanya. Momentum kedatangan Markus ke Persib memang pas. Setelah mengundurkan diri dari Singo Udan karena berselisih dengan pelatih Arema, Robert Rene Albert, pemain dengan ciri khas kepala plontos itu harus segera mencari klub baru. Kebetulan, penjaga gawang utama Persib, Sinthaweechai Ha-thairattanakool, akan kembali ke Thailand karena masa pinjamannya dengan klub asalnya, Choinbury, akan berakhir pada 20 Februari 2010.

Markus mengakui akan menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menggantikan Sinthaweechai, yang sangat diidolakan publik Bandung. Namun, sebagai penjaga gawang tim nasional, Markus juga menegaskan tidak akan ada masalah baginya untuk menjawab tantangan itu. "Saya siap menggantikan Sinthaweechai, akan saya tunjukkan bahwa saya juga bisa mendapat simpati pendukung Persib,"kata Markus.

Persib, menurut Markus, merupakan klub yang paling serius untuk mendapatkahnya. Karena itu, ia berjanji akan memberikan kemampuan terbaik untuk Maung sejak pertama kali bergabung. Pemain berusia 25 tahun ini juga menegaskan tidak akan mengalami masalah adaptasi meski putaran kedua sudah bergulir. Banyaknya pemain nasional yang menghuni Persib, menurut Markus, akan sangat membantunya dalam beradaptasi.

"Di sana ada Maman (Abdurachman), Nova (Ariyanto), Eka (Ramdhani), juga Hariono. Kami selama ini berlatih di tim nasional. Jadi tidak akan masalah dalam adaptasi," ujarnya. Meski sudah memastikan akan berbaju Persib, Markus enggan menyebutkan nilai kontraknya.

Selasa, 16 Februari 2010

Tentang Jaya Hartono ( Pelatih Persib Bandung )

Jika Persib sudah menjatuhkan pilihan pada Jaya, karena pilihan lain, Rahmad Darmawan masih betah di Sriwijaya FC, Persib jangan mundur lagi untuk cepat-cepat mengontraknya. Jaya Hartono memang belum pasti menangani Persib. Tapi jika melihat sinyal yang diberikan mantan pemain nasional ini, sepertinya dia tak keberatan untuk menangani tim kesayangan warga Jawa Barat. Jika jadi, Jaya akan berduet dengan manajer Manajer Persib, H Jaja Soetardja. Jaja sendiri pada Tribun Jabar, mengaku telah beberapa kali melakukan kontak dengan mantan salah satu winger terbaik yang pernah dimiliki Indonesia ini. Tak ada yang maragukan kehabatan Jaya baik saat jadi pemain, maupun pelatih. Jaya pernah membawa Persik menjadi juara. Hebatnya, saat itu si Macan Putih tak sedikit pun diperhitungkan. Promosi dari Divisi I, Persik langsung menggegerkan. Sebuah prestasi tersendiri bagi seorang pelatih. Jaya juga, meski tak bisa membawa Persiba menjadi juara, tapi lewat tangan dinginnya berhasil membawa tim itu masuk dalam jajaran elite. Juga, Deltras. Tim yang biasanya terseok-seok di papan bawah, musim kali ini, berhasil masuk ke delapan besar. Tentu saja itu berkat kejelian Jaya meramu pemain yang ada menjadi sebuah tim solid dan ditakuti. Perlu dicatat, Jaya tak melulu mengandalkan pemain bintang dalam meracik timnya. Bila melihat trek rekor Jaya, mudah-mudahan Persib tak salah menjatuhkan pilihan. Jajaran pengurus Persib memang harus jeli memilih pelatih. Jika tidak, Maung Bandung bisa tersandung untuk kesekian kalinya untuk mewujudkan target menjadi juara. Jika Persib sudah menjatuhkan pilihan pada Jaya, karena pilihan lain, Rahmad Darmawan masih betah di Sriwijaya FC, Persib jangan mundur lagi untuk cepat-cepat mengontraknya. Hampir pasti, Jaya akan dilirik tim-tim lain yang membutuhkan tenaga dan pikiran sahabat Heri Kiswanto ini. Dalam sebuah berita yang diturunkan Surya, koran di Surabaya, Jaya sudah tak kerasan lagi di Deltras. Surya menulis Jaya sudah ingin mencari suasana baru yang hanya bisa dia dapatkan di luar Deltras. Dan, Jaya pun telah merespon tawaran Persib. "Baru pembicaraan tahap awal. Belum ada negosiasi serius, misalnya soal nilai kontrak. Tapi saya gembira mendapat tawaran dari Persib. Dan saya siap melatih Persib," kata Jaya Hartono seperti
Demi Persib, Jaya sengaja menunda-nunda jawaban kepada beberapa klub yang juga ingin mengikatnya.

Tentang Suchao Nutnum & Kosin


Suchao
"Sedih Tinggalkan Persib dan Bobotoh"
SEPERTI hari-hari sebelumnya, usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (25/1), wajah Suchao Nuchnum memang terlihat berseri. Malah ia sempat bercanda dengan menendang bola kepada seorang fotografer, yang tengah berusaha mengambil gambarnya. Tentu saja, tidak bermaksud mengenai sang fotografer.

Ketika rekan-rekannya sesama pemain Persib "menghajar" Munadi dengan butiran telur, serbuk kopi, dan terigu karena tengah berulang tahun, Suchao pun tertawa lebar. Ia memang tidak turut "menyiksa" pemain termuda Persib itu, tapi tetap larut dalam kegembiraan rekan-rekannya di hari jadi Munadi.

Di luar lapangan, senyum kekanak-kanakan terus ditebarkan Suchao kepada orang-orang yang menyapanya. Meski peluh masih bercucuran, dengan ramah ia melayani permintaan foto bersama dari puluhan bobotoh yang hadir di Stadion Siliwangi.

Dari seorang bobotoh wanita yang duduk di atas kursi roda, gelandang timnas Thailand itu sempat mendapat sebuah suvenir berupa hiasan dinding. Setelah menyiapkan waktu khusus untuk berfoto bersama bobotoh bernama Windi itu, Suchao tidak lupa mengucapkan terima kasih atas suvenir yang baru saja diterimanya.

Namun di balik keceriaannya pagi itu, Suchao ternyata menyimpan kesedihan. "Saya sedih, karena sebentar lagi akan meninggalkan Persib," katanya kepada wartawan yang mengerubunginya. "Tanggal 29 Januari saya harus pulang ke Thailand," tambahnya.

Ya, masa kontrak peminjaman Suchao oleh Persib memang akan selesai akhir bulan ini. Laga melawan Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Selasa (26/1) ini akan menjadi partai terakhir buatnya.

"Meski hanya dua bulan setengah, banyak hal yang saya dapatkan di sini. Sambutan bobotoh, pemain, dan ofisial tim sangat mengesankan. Itu semua bakal sulit saya dapatkan di tempat lain. Terima kasih atas semua yang telah saya dapatkan di sini," katanya.

Sejak memulai debutnya pada saat menghadapi Pelita Jaya Karawang di Stadion Si Jalak Harupat, 21 November lalu, Suchao sudah 12 kali tampil bersama Persib. Sejak penampilan menawannya, plus satu gol yang disumbangkannya dalam laga tersebut, Suchao langsung menjadi idola bobotoh. Setiap kali usai menjalani latihan, ia selalu diburu para penggemarnya. Replika kostum bernomor punggung 15 juga laris manis di sentra-sentra penjualan aksesori Persib.

"Suporter di sini memang sangat luar biasa. Tapi saya belum tahu selebrasi macam apa yang akan saya lakukan usai pertandingan terakhir besok (hari ini, red). Satu hal yang pasti, saya akan berusaha mencetak gol untuk kemenangan Persib," katanya.

Diam-diam bobotoh tengah membuat kekuatan agar bisa menahan Suchao Nutnum untuk bertahan di Persib. Lewat gerakan facebookers, mereka membuat "1.000.000 Facebookers Mendukung Suchao Nutnum Dipertahankan". Hingga sore ini sudah ada 3,568 anggota.

Namuan usaha itu sepertinya sia-sia karena Suchao telah memutuskan untuk perigi meninggalkan Persib dan akan memperkuat Thailand Power Electric FC (TPE) selama tiga musim.

Kesedihan terpancar dari facebooker untuk melepas Suchao. Gebyy Sii Ladiesvikingpersib misalnya dia mencurahkan kesedihannya. Begini katanya, "GMAU KEHILANGAN SUCHAO NUCHUM [ Titik] =(." Lain lagi dengan facebooker pemilik akun Aldy 'Suchao' Ivanovic Suchao. Dia masih berharap Suchao bisa kembali lagi membela Persib. "Thanks for your dedication that you give to PERSIB....I hope soon or someday you'll be part of perrsib again in full condition of contact......." Suchao sendiri berjanji akan kembali bermain bersama Persib musim depan. "Musim depan jika manajemen TPE mau melepas saya, saya berjanji akan kembali ke Persib," janji Suchao yang diterjemahkan oleh Kosin. Suchao menegaskan bahwa Persib adalah rumah kedua baginya. Suport dan antusiasme dari bobotoh setiap Persib bertanding yang membuatnya ingin sekali kembali ke Persib suatu saat nanti. "Baru kali ini saya merasakan atmosfer sepak bola seperti di Persib. Saya ingin bermain lagi nanti di Persib," yang masih diterjemahkan oleh Kosin.